Markethinkz Podcast

Hello pendengar setia Markethinkz podcast, podcast yang saya dedikasikan untuk Anda para online marketer dan business owner agar omsetnya tumbuh minimal 10x lipat. Dengan saya aaron blenda di sini, di episode kali ini saya ingin sedikit memotivasi tapi juga memberikan solusi untuk Anda yang selama ini struggling karena merasa membangun bisnis online itu susah.

Anda mungkin sering menemukan banyak artikel, podcast, video di luar sana yang membahas tentang, “Cara Mendapatkan $1000 Hanya dengan Kerja dari Rumah” atau, “Kaya Raya dengan 1 Trik Simpel Ini” and so on…

Tapi mereka lupa bahwa ada yang lebih penting dari itu, yaitu: Daripada Anda fokus menghasilkan ribuan dollar atau miliaran rupiah, Anda seharusnya fokus dulu untuk eksyen. Mulai dulu. Jangan kebanyakan mikir. Ingat bahwa ribuan mil perjalanan dimulai dari satu langkah pasti.

“Kalau Anda bisa menemukan cara untuk mendapatkan 10 juta per bulan, maka Anda biasanya akan menemukan cara untuk mendapatkan 100 juta per bulan.”

Dan pastinya, yang lebih penting dari mendapatkan 10 juta adalah mendapatkan 100ribu pertama Anda dulu dari online.

Membangun bisnis adalah tentang bagaimana Anda mengumpulkan kepingan demi kepingan puzzle kemudian menyusunnya menjadi satu. Ketika Anda berhasil meletakkan kepingan pertama Anda di atas papan puzzle, maka sesuai kata bapak proklamasi kita, semuanya akan diatur dalam tempo sesingkat-singkatnya. 

Bayangkan kalau dulu Soekarno-hatta ketika ingin memproklamasikan kemerdekaan masih mikir negara ini ngurusnya gimana, undang-undangnya seperti apa, siapa pengurus ini itu, bisa-bisa kita tidak jadi merdeka. Jadi tadi itu sebagai pengingat. Mulailah dulu. Jangan over-thinking. 

“Bagaimana kalau ternyata tidak laku?”
“Bagaimana kalau peraturan dari pemerintah berubah lagi tahun depan?”
“Bagaimana kalau ada yang bermain di niche yang sama?”
“Bagaimana kalau tidak ada karyawan yang mau bekerja di rumah saya hanya karena saya baru saja merintis dan terkesan tidak bonafid?”
“Bagaimana… bagaimana… dan bagaimana…”

MULAI DULU POKOKNYA! BODO AMAT! 

Percayalah… Sering kali sesuatu yang kita takutkan itu belum tentu akan kejadian.

Lantas, gimana caranya mendapatkan uang dari Internet dengan ‘mudah’?

Ada 2 tips yang akan saya bagikan di episode terbaru ini, catat point penting dan di praktekin. Selamat mendengarkan...

Hellooo pendengar podcast Markethinkz yang setia. Welcome back to Markethinkz podcast, it’s me Aaron blenda again! Episode kali ini disponsori oleh buku Jago Jualan di Instagram versi terbaru 2.0 yang mengikuti algoritma terbaru Instagram. Saya menyarankan Anda lakukan pemesanan sekarang juga karena harga early bird akan segera berakhir. Dapatkan juga potongan diskon 10% khusus pendengar setia podcast Markethinkz dengan kode kupon MARKETHINKZ. Link untuk purchase bisa kunjungi www.bukujjdi.com.

Di episode kali ini saya akan bahas gimana sih cara membangun audiens yang kuat di instagram. Bukan cuma banyak, tapi juga strong. Loyal. Militan. Dengan begitu, ketika Anda mempromosikan sesuatu, mereka beli.

Sebelum saya share bagaimana caranya menaikkan followers tanpa ngiklan, saya ingin menjawab salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan ke saya yaitu : bagusnya saya jualan dulu apa naikin followers dulu?

Jawabannya sederhana : jualan dulu. Datengin income dulu agar cashflow lancar.

Banyak pemula yang berpikir mereka harus punya followers banyak dulu di Instagram mereka baru mereka bisa mulai jualan. Itu salah besar. Jualan bisa dimulai kapan saja, bahkan dengan followers 0 sekalipun. Apalagi jika Anda menggunakan metode berbayar misalkan ngiklan. Anda bisa langsung ngiklan meskipun followers 0 dan tetap ada yang beli.

Saya buktikan sendiri di salah satu bisnis ecommerce saya, dimana akun Instagram saya dari 0 followers ngiklan sampai 500 followers, feed di Instagram masih belum diisi postingan sama sekali dan tetap ada yang beli. Meskipun ada beberapa yang nanya, loh kok instagramnya kosong? Dan memang akan lebih baik jika Anda bisa mengisi feed di Instagram Anda terlebih dulu sebelum beriklan atau mendatangkan pengunjung agar terkesan bonafid dan menunjukkan bisnis Anda ini legit, bukan penipuan.

Inti yang ingin saya sampaikan adalah jangan menunggu perfect untuk memulai bisnis Anda. Jangan sampai duit terkuras hanya karena keasikan ngisi konten di Instagram, memperbagus tampilan tapi tidak ada duit masuk karena tidak jualan. Selalu nunggu the right moment. Padahal the right moment is now.

Nah, sekarang kita masuk ke inti pembahasan. Gimana caranya naikkin followers tanpa ngiklan? Ada beberapa step yang wajib Anda lakukan. By the way, step-step yang akan saya bagikan di podcast ini sudah terbukti. 

So, dengarkan sampe habis ya...

 

Hellooo pendengar podcast Markethinkz yang setia. Welcome back to Markethinkz podcast, it’s me Aaron blenda again! I’m missing you so much guys. Belakangan ini vakum nge-podcast karena agenda yang lumayan padat, dan di kesempatan kali ini saya menyempatkan waktu untuk upload lagi. 

Nah episode kali ini agak spesial, karena disponsori oleh buku Jago jualan di Instagram versi terbaru 2.0 yang baru saja launching. Berbeda dengan versi yang lama, versi terbaru ini sudah diupdate dengan strategi terbaru bagaimana cara meningkatkan followers di Instagram dan mendatangkan kunjungan berkali-kali lipat ke akun Instagram kita mengikuti algoritma Instagram terbaru tentunya.

Anda bisa dapatkan bukunya di www.bukujjdi.com. Gunakan kupon MARKETHINKZ untuk mendapatkan potongan tambahan 10%.

Topik podcast kita kali ini adalah Bisakah Instagram menjadi sumber penghasilan utama?

Instagram itu bisa dibilang merupakan salah satu platform yang mendisrupsi dunia ecommerce terutama para penyedia layanan plaftorm jualan untuk pelaku ecommerce. Gimana tidak? Instagram awalnya diperuntukkan untuk sharing foto, tapi digunakan orang Indonesia untuk jualan. Memang orang Indonesia itu kreatif-kreatif semua ya. Apa saja bisa dijadikan duit.

Nah dari situ, orang-orang menjadi terbiasa jual beli lewat Instagram. Bahkan Instagram sudah melaunching fitur untuk checkout langsung di Instagram itu sendiri tanpa melalui platform ecommerce lagi.

Nah, di podcast kali ini saya akan membahas lebih deep tentang taktik dan strategi yang bisa digunakan untuk mendapatkan penghasilan dari Instagram.

So, dengarkan podcast episode terbaru dari saya maka Anda akan mendapatkan formulanya. Enjoy...

 

Hai guys! Welcome back to Markethinkz podcast, it’s me again Aaron Blenda. 
.
Dari dulu saya sering menemukan pertanyaan seperti ini :

Saya punya bisnis XYZ. Apakah saya harus bangun personal branding?

Atau saya harus fokus ke corporate branding saja?
.
Memang ide dari personal branding ini tidak lazim untuk kebanyakan orang. Tapi Anda harus tau, sekarang itu jaman informasi.
.
Jaman dimana Anda bisa jadi terkenal hanya dalam hitungan hari bahkan hitungan jam. Dan gratis.
.
Lantas, Apa artinya jika Anda menjadi terkenal? Anda akan mendapatkan jangkauan besar, publisitas gratis, dan secara tidak langsung bisnis Anda juga akan ikut terdampak.
.
Jadi, haruskah Anda melakukan personal branding? Ikuti saya sampai akhir, dan Anda akan mendapatkan jawabannya.
.
Sebelum kita membahas perlu tidaknya personal branding, kita harus paham terlebih dulu apa itu personal branding.

Saya suka dengan cara Pandji menjelaskan tentang personal branding. Simpel, yaitu kegiatan Anda mengatakan kepada dunia siapa diri Anda. Lewat apa? Lewat karya. Lewat produk. Lewat jasa. Saya encourage Anda untuk melakukan itu.
.
Bagaimana dengan mereka yang koar-koar di sosmed tapi isinya kosong? Apakah itu personal branding juga? Iya.
.
Kembali lagi, personal branding adalah kegiatan mengatakan kepada dunia siapa diri Anda. 
.
Terus, apa itu corporate branding? Bedanya dengan personal branding itu apa?
.
Branding itu banyak definisinya. kenapa harus branding? pentingkah sebuah branding? 
.
temukan detailnya dengan dengarkan podcast ini selengkapnya. 

Hello pendengar setia dari markethinkz podcast! Welcome back, kembali lagi bersama saya Aaron Blenda di sini.
.
Podcast kali ini agak spesial karena saya ingin menyampaikan pesan di luar marketing
maupun bisnis tapi lebih ke life lesson atau pelajaran hidup yang akhir-akhir ini saya rasakan dan saya dapatkan kemudian menjadi rhema dalam hidup saya. Terutama untuk Anda yang masih muda-muda. (...sok tua)
.
Banyak di antara kita mungkin sering berpikir sekeras apa kita harus bekerja? Sebanyak
apa duit yang harus kita kumpulkan? Bagaimana caranya membagi waktu antara karir
dengan orang-orang tercinta? Apa sebenarnya yang kita cari? Saya tidak tau apakah Anda
juga pernah mempertanyakan eksistensi Anda didunia ini, tapi setidaknya itu yang pernah
saya rasakan.
.
Jadi apa sebenarnya Kebahagiaan Sesungguhnya itu? 
Jika mendengar ungkapan tersebut, apa yang ada di pikiran Anda?
Menjadi orang terkenal? Memiliki banyak harta? Atau … cinta?
.
simak detailnya di episode kali ini. stay tune dan selamat mendengarkan :)

Hello guys! Kembali lagi bersama saya Aaron Blenda di Markethinkz Podcast. Dan di podcast episode kali ini, saya ingin cerita tentang sebuah peluang bisnis yang kekinian banget yaitu bisnis informasi atau information business, kenapa Anda sebaiknya menjalankan information business dan bagaimana memulainya.

.

Bisnis informasi buat saya itu seperti start-upnya start-up. Sudah jadi rahasia umum bahwa kebanyakan start-up itu membutuhkan venture capitalist (VC) untuk mendanai mereka. Namun, jikalau Anda membangun sebuah bisnis / start-up yang menjual informasi, asalkan Anda tau cara main nya maka Anda tidak membutuhkan venture capitalist sama sekali.

.

Seperti halnya di salah satu perusahaan saya yang bergerak di bisnis informasi, sempat beberapa kali kami mendapatkan penawaran pendanaan dari berbagai pihak dan kami menolaknya karena memang tidak butuh. Kalau Anda bertanya kenapa tidak butuh, maka saya akan bertanya kembali : kenapa harus butuh? Karena hingga titik ini (sudah berjalan 5 tahun) kami masih bisa grow company kami dengan bootstrapping (tanpa bantuan venture capital).

.

So, apa itu bisnis informasi? Wujudnya seperti apa sih bisnis informasi? Apakah jual beli informasi orang-orang dalam? Atau jual-beli informasi data pribadi seperti yang banyak dilakukan oleh instansi-instansi tertentu?

.

Simak jawabannya di episode kali ini..

Halo guys welcome back to markethinkz podcast, kembali bersama saya Aaron Blenda disini.

Nah, ini adalah episode lanjutan dari dua episode sebelumnya tentang offer dan story. 

Saran saya adalah kalau teman-teman belum mendengarkan episode tersebut, balik dulu ke episode story dan offer, baru kembali ke episode ini ya. 

Agar teman-teman bisa nyambung dengan apa yang saya bahas. 

Nah, kalo Anda perhatikan apa sih yang membedakan marketer pro dengan marketer amatir di luar sana.

Jadi marketer pro itu dia tau tugasnya itu adalah harus men-secure perhatian orang-orang yang menjadi target audiens nya dia.

Seorang marketer pro akan berusaha untuk membuat hook yang menarik, membuat headline yang menarik.

Jadi hook itu macem-macem ya bisa headline, image, video, iklan, tombol, banyak macem.

Nah, marketer pro tau bahwa dia harus menarik perhatian orang-orang dalam tiga detik pertama. 

Jadi kalo misalkan Anda bikin iklan ternyata hook Anda tidak menarik maka, orang ya bakal skip iklan Anda gitu lho. Oke?

Jadi hirarkinya adalah dari hook, Anda menarik perhatian orang kemudian masuk ke story. Mereka membaca story Anda, mereka membaca cerita Anda dan story itu kemudian meningkatkan desire mereka, meningkatkan keinginan mereka untuk mengambil offer yang Anda tawarkan.

Saya melihat kebanyakan orang itu masih struggling ketika membuat hook. Mereka masih belum ngerti bagaimana cara membuat hook yang menarik.

Bagaimana Anda bisa tau hook Anda menarik apa nggak?

Simak detainya di episode kali ini..

Hallo guys welcome back to marketinkz podcast. Kembali bersama saya Aaron Blenda disini.

Jadi di episode sebelumnya kita sudah membahas tentang hook. Nah, episode kali sebenarnya terbagi jadi 3 part.

Kita akan membahas tentang hook, story dan offer itu sendiri. Episode sebelumnya kita udah bahas tentang hook. Kalo misalkan teman-teman belum mendengarkan episode tersebut, saya sarankan teman-teman dengerin dulu episode tersebut baru kembali lagi ke episode kali ini. 

Nah, di epsiode kali ini kita akan membahas tentang story.

Kita ketika berjualan ya, kita butuh story untuk meningkatkan value daripada offer yang kita berikan. Oke?

Nah bagaimana caranya agar kita bisa meningkatkan value itu, adalah dengan cara kita harus menyampaikan story yang tepat. 

Kalo selama ini teman-teman sering mengikuti webinar-webinar yang pernah saya adain. Teman-teman pasti tau kalo saya itu banyak bercerita ya, banyak membagikan story demi story.

Jadi sepanjang webinar saya banyak nge-dongeng lah istilahnya ya. Saya tidak closing secara langsung di webinar ketika saya menyampaikan materi.

Tapi, pada kenyataannya adalah mereka sudah otomatis sebagian besar di close oleh saya sepanjang saya bercerita. 

Jadi itu adalah kekuatan dari story itu sendiri. Ketika menyampaikan story yang tepat maka, story tersebut akan mampu meningkatkan value pada offer yang kita tawarkan pada akhirnya. 

Mau tau detail podcast tentang story cek di episode kali ini ya..

Hallo guys, kembali dengan saya Aaron Blenda disini, kembali lagi di marketingz podcast.

Di podcast kali ini saya ingin membagikan tentang hook, story dan offer. 

Kalo Anda mengikuti youtube saya, megikuti podcast saya. Anda mungkin tau saya sering ngungkit hook, story dan offer. 

Tapi, di podcast kali ini saya akan membahas lebih deep lagi tentang hook, story dan offer itu sendiri. Mungkin panjang akan terbagi menjadi beberapa part.

I don’t know, kita coba liat nanti. Ya kalo memang panjang maka saya harus membaginya menjadi beberapa part.

Nah, untuk sales funnel bekerja dengan baik maka Anda butuh yang namanya good hook, good story kemudian, Anda juga butuh yang namanya good offer.

Saya akan ceritakan apa itu hook, story dan offer, oke?

Nah, kalo misalkan Anda punya sales funnel tapi ternyata Anda tidak punya hook yang bagus, story yang bagus, offer yang bagus itu seperti Anda buka sebuah toko, punya sales team.

Tapi, sales team-nya itu tidak mendatangkan penjualan untuk Anda. Kurang lebih seperti itu.

Mau tau lebih deep tentang hook, story dan offer? Dengarkan episode podcast kali ini.

Hello guys welcome back to markethinkz podcast, kembali lagi bersama saya Aaron Blenda disini. Nah ini adalah episode lanjutan dari podcast sebelumnya yang berbicara tentang takeaway apa saja yang saya dapatkan dari pelatihan di Bali bersama pengjoon dan teman - teman yang lain waktu itu.
.
Nah di podcast kali ini saya akan share tentang bagaimana caranya scale up dan akselerasi bisnis kita, scale up itu bukan cuma berbicara tentang double up budget ketika ngiklan, bukan. Misalkan hari ini spend 10 jt, kemudian saya mau scale up bisnis, saya spend 30 jt. bukan cuma tentang itu.
.
Bukan juga tentang gimana cara mendominasi kata kunci dengan bit paling tinggi di google ads, bukan. Tapi ada tiga kunci dalam scale up yang perlu kita ketahui bersama ya.. . Yaitu pertama Traffic, kemudian kedua people dan yang ketiga proses atau system.
.
Traffic berbicara bagaimana cara mendatangkan pengunjung lebih banyak ke bisnis anda, people berbicara tentang tentang  how to get the right team dalam bisnis anda dan terakhir system atau proses tentang 5 pilar utama dalam bisnis.
.
So mau tau lebih banyak tentang tiga kunci scale up, bisa dengarkan podcast episode kali ini. 

Load more