Markethinkz Podcast

Halo guys welcome back to markethinkz podcast, kembali bersama saya Aaron Blenda disini.

Nah, ini adalah episode lanjutan dari dua episode sebelumnya tentang offer dan story. 

Saran saya adalah kalau teman-teman belum mendengarkan episode tersebut, balik dulu ke episode story dan offer, baru kembali ke episode ini ya. 

Agar teman-teman bisa nyambung dengan apa yang saya bahas. 

Nah, kalo Anda perhatikan apa sih yang membedakan marketer pro dengan marketer amatir di luar sana.

Jadi marketer pro itu dia tau tugasnya itu adalah harus men-secure perhatian orang-orang yang menjadi target audiens nya dia.

Seorang marketer pro akan berusaha untuk membuat hook yang menarik, membuat headline yang menarik.

Jadi hook itu macem-macem ya bisa headline, image, video, iklan, tombol, banyak macem.

Nah, marketer pro tau bahwa dia harus menarik perhatian orang-orang dalam tiga detik pertama. 

Jadi kalo misalkan Anda bikin iklan ternyata hook Anda tidak menarik maka, orang ya bakal skip iklan Anda gitu lho. Oke?

Jadi hirarkinya adalah dari hook, Anda menarik perhatian orang kemudian masuk ke story. Mereka membaca story Anda, mereka membaca cerita Anda dan story itu kemudian meningkatkan desire mereka, meningkatkan keinginan mereka untuk mengambil offer yang Anda tawarkan.

Saya melihat kebanyakan orang itu masih struggling ketika membuat hook. Mereka masih belum ngerti bagaimana cara membuat hook yang menarik.

Bagaimana Anda bisa tau hook Anda menarik apa nggak?

Simak detainya di episode kali ini..

Hallo guys welcome back to marketinkz podcast. Kembali bersama saya Aaron Blenda disini.

Jadi di episode sebelumnya kita sudah membahas tentang hook. Nah, episode kali sebenarnya terbagi jadi 3 part.

Kita akan membahas tentang hook, story dan offer itu sendiri. Episode sebelumnya kita udah bahas tentang hook. Kalo misalkan teman-teman belum mendengarkan episode tersebut, saya sarankan teman-teman dengerin dulu episode tersebut baru kembali lagi ke episode kali ini. 

Nah, di epsiode kali ini kita akan membahas tentang story.

Kita ketika berjualan ya, kita butuh story untuk meningkatkan value daripada offer yang kita berikan. Oke?

Nah bagaimana caranya agar kita bisa meningkatkan value itu, adalah dengan cara kita harus menyampaikan story yang tepat. 

Kalo selama ini teman-teman sering mengikuti webinar-webinar yang pernah saya adain. Teman-teman pasti tau kalo saya itu banyak bercerita ya, banyak membagikan story demi story.

Jadi sepanjang webinar saya banyak nge-dongeng lah istilahnya ya. Saya tidak closing secara langsung di webinar ketika saya menyampaikan materi.

Tapi, pada kenyataannya adalah mereka sudah otomatis sebagian besar di close oleh saya sepanjang saya bercerita. 

Jadi itu adalah kekuatan dari story itu sendiri. Ketika menyampaikan story yang tepat maka, story tersebut akan mampu meningkatkan value pada offer yang kita tawarkan pada akhirnya. 

Mau tau detail podcast tentang story cek di episode kali ini ya..

Hallo guys, kembali dengan saya Aaron Blenda disini, kembali lagi di marketingz podcast.

Di podcast kali ini saya ingin membagikan tentang hook, story dan offer. 

Kalo Anda mengikuti youtube saya, megikuti podcast saya. Anda mungkin tau saya sering ngungkit hook, story dan offer. 

Tapi, di podcast kali ini saya akan membahas lebih deep lagi tentang hook, story dan offer itu sendiri. Mungkin panjang akan terbagi menjadi beberapa part.

I don’t know, kita coba liat nanti. Ya kalo memang panjang maka saya harus membaginya menjadi beberapa part.

Nah, untuk sales funnel bekerja dengan baik maka Anda butuh yang namanya good hook, good story kemudian, Anda juga butuh yang namanya good offer.

Saya akan ceritakan apa itu hook, story dan offer, oke?

Nah, kalo misalkan Anda punya sales funnel tapi ternyata Anda tidak punya hook yang bagus, story yang bagus, offer yang bagus itu seperti Anda buka sebuah toko, punya sales team.

Tapi, sales team-nya itu tidak mendatangkan penjualan untuk Anda. Kurang lebih seperti itu.

Mau tau lebih deep tentang hook, story dan offer? Dengarkan episode podcast kali ini.

Hello guys welcome back to markethinkz podcast, kembali lagi bersama saya Aaron Blenda disini. Nah ini adalah episode lanjutan dari podcast sebelumnya yang berbicara tentang takeaway apa saja yang saya dapatkan dari pelatihan di Bali bersama pengjoon dan teman - teman yang lain waktu itu.
.
Nah di podcast kali ini saya akan share tentang bagaimana caranya scale up dan akselerasi bisnis kita, scale up itu bukan cuma berbicara tentang double up budget ketika ngiklan, bukan. Misalkan hari ini spend 10 jt, kemudian saya mau scale up bisnis, saya spend 30 jt. bukan cuma tentang itu.
.
Bukan juga tentang gimana cara mendominasi kata kunci dengan bit paling tinggi di google ads, bukan. Tapi ada tiga kunci dalam scale up yang perlu kita ketahui bersama ya.. . Yaitu pertama Traffic, kemudian kedua people dan yang ketiga proses atau system.
.
Traffic berbicara bagaimana cara mendatangkan pengunjung lebih banyak ke bisnis anda, people berbicara tentang tentang  how to get the right team dalam bisnis anda dan terakhir system atau proses tentang 5 pilar utama dalam bisnis.
.
So mau tau lebih banyak tentang tiga kunci scale up, bisa dengarkan podcast episode kali ini. 

Hallo guys, welcome back to markethinkz podcast bersama saya Aaron Blenda disini, host anda yang ketje, kalo anda nonton video ini di youtube make sure anda subscribe ke youtube saya, agar anda dapat informasi seputar marketing dari saya.
.
Jadi podcast ini saya bikin, saya dedikasi kan untuk anda para marketer, para entrepreneur, yang ingin mengemas apa yang anda tau menjadi sebuah produk untuk anda jual ke orang lain, tujuannya agar anda bisa membantu orang lain lebih banyak lagi.
.
Oke, sekarang saya lagi ada di bali, saya ikut workshopnya si pengjoon, dan saya ingin sharing dari awal saya join event ini, mulai dari harganya 4ribu dolar sekitar 60 juta kurang lebih, terus yang dateng, saya itung - itung itu kurang lebih sekitar 80 orang, imagine that ya, anda bisa kali kan sendiri, revenue nya
.

Kemudian yang bikin saya tertarik adalah bagaimana dia bisa mendatangkan orang - orang sebanyak itu dan mau membayarnya dengan harga 4ribu dollar, dan saya tuh suka  memodeling orang yang sudah berhasil dan saya hanya perlu, melakukan apa yang dia lakukan untuk mendapatkan hasil yang sama.
.
This is how everything works, bahkan sampe sekarang apapun yang saya lakukan, sehingga saya bisa lebih berhasil, karena memodeling orang yang terlebih dahulu sudah berhasil di bidangnya.
.
Nah saya akan sharing apa yang saya pelajari selama beberapa hari di bali, mungkin podcast ini akan di cut menjadi beberapa part, karena gak mungkin saya ceritakan habis dalam satu podcast, bakal kepanjangan dan apalagi ini baru hari kedua saya mengikuti eventnya.
.
Masih so many things to learn.
Untuk lebih detailnya dengerin podcast nya sekarang ya!

Hallo guys kembali lagi bersama saya Aaron Blenda di Markethinkz Podcast.
 
Oke, jadi di episode kali ini saya akan bahas tentang pertanyaan yang banyak juga ditanyakan oleh temen - temen. Pertanyaannya gini “haruskah saya obsesi dalam bekerja” kita mungkin banyak mendengar ya.. . Ada yang bilang jangan bekerja di akhir pekan, ada yang bilang tidur 8 jam sehari. Kemudian ada juga yang bilang “lu harus begadang” kemudian ada yang pengen nya itu harus punya waktu dengan keluarga.
.
Ada yang bilang “gapapa muda fokus kerja dulu, kalo misalkan udah tajir nanti baru habiskan waktu lebih banyak bersama keluarga”.
.
Well, di sisi lain anda disarankan itu harus obsesi untuk bisa sukses, anda pasti bingung dong, kerja 10x lipat lebih keras, kemudian anda mendapat masukan jangan berlibur dalam 5 tahun ke depan, kemudian ditanyain lagi “ lu itu sebenernya pengen sukses apa ngga sih?” dipertanyakan tuh tekad anda untuk mendapatkan sesuatu yang anda impikan.
.
Jadi, saya cuma pengen sharing ya, apa yang saya alami 5 tahun belakangan ini ketika saya memutuskan untuk fulltime di entrepreneurship, fulltime di bisnis ya, dan saya akan membagikan pandangan saya kepada anda di podcast kali ini. Dengarkan selengkapnya!

Hai temen - temen welcome back to  Markethinkz podcast, kembali lagi bersama saya Aaron Blenda disini.

Oke di podcast kali ini saya mau share gimana sih caranya membangun bisnis yang anda cintai. Hal yang pertama yang harus anda lakukan itu adalah anda harus menemukan big why, big why dari bisnis anda itu apa,

Why yang paling besarnya itu apa di dalam bisnis anda. Jadi kalau anda bisnis, ya kenapa anda memulai bisnis, itu gitu loh.

Oke, kalau cuma untuk jadi kaya itu bagus, ya

Gak ada yang salah untuk kalau anda punya bisnis tujuannya itu jadi kaya, ga ada yang salah

Punya uang banyak itu keren, karena uang bisa memberikan lebih banyak alternatif juga memberikan kebebasan dalam hidup.

Itu pasti.

Anda.. More freedom more energy.  

Seperti kata pepatah, punya uang terlalu sedikit masalah, punya uang terlalu banyak juga masalah.

Jadi nya saya lebih milih punya uang banyak.

Karena sama - sama masalah

Jadi saya lebih seneng kalau masalah saya itu datang karena punya uang banyak.

Oke.. Nah itu mindset ya

Jadi bagaimana caranya membangun bisnis yang anda cintai? Dengarkan detailnya di episode kali ini.

Hai temen-temen, welcome back to Markethinkz Podcast. Podcast yang saya dedikasikan untuk para online marketer di luar sana. Topik yang saya bahas kali ini adalah tentang Resign, Kenapa saya resign dari dunia korporasi?

Kenapa saya memilih topik ini untuk dibahas?

Sebenarnya ketika saya awal memulai podcast saya ini, saya kepikiran untuk menjadikan topik ini sebagai topik pertama yang saya bahas di podcast.

Tapi saat itu saya masih ragu karena ini adalah topik yang agak taboo, dan saya juga takut kolega-kolega saya ataupun atasan saya di perusahaan lama punya pemikiran yang negatif tentang saya.

Saya tidak mau dianggap tidak berterima kasih or whatever karena sejujurnya saya respect dengan semua orang yang ada di ex company saya. Saya juga berterima kasih karena sudah banyak belajar di sana.

Alasan lain saya tidak bahas topik ini di awal juga karena saya tidak ingin mengompori Anda terutama yang masih muda, milenial untuk mengikuti keputusan saya.

Tapi semakin ke sini, semakin banyak followers saya menyerbu saya dengan pertanyaan apakah mereka harus resign, apakah mereka harus kerja sama orang ketika sudah lulus kuliah atau buka usaha sendiri dan semacamnya.

 

Oleh karena itu saya berpikir, lebih baik saya menceritakan alasan kenapa saya memilih resign dari dunia korporasi agar cerita saya bisa jadi referensi untuk membantu Anda berpikir lebih matang sebelum mengambil keputusan.

Saya sangat mengerti rasanya ketika Anda sedang dilema apakah harus tetap bertahan atau menyerah. Kesepian itu pasti. Juga ada rasa takut. Setelah resign mau ngapain? apakah bisa survive? besok makan apa? Orang tua gimana? Masa depan lebih cerah apa lebih suram? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu pasti seolah-olah sedang bergulat di dalam pikiran Anda. Resign , kaga. Resign, kaga. Resign! Kaga dehhhh…

Jadi podcast ini lebih untuk menemani temen-temen milenial terutama yang sedang galau apakah harus lanjut atau menyerah dengan pekerjaan yang sekarang.

apa yang saya bagikan di podcast ini adalah murni opini saya, keputusan saya pribadi dan Anda tidak harus mengikuti pilihan saya. Setiap orang pasti punya alasan tersendiri kenapa mereka stay ataupun kenapa mereka left.

Simak selengkapnya di episode kali ini.

Hallo guys, welcome back to markethinkz podcast. Kembali lagi bersama saya Aaron Blenda di sini.
.
Nah, Beberapa waktu yang lalu saya itu sempet berkumpul bersama teman-teman lama, temen temen sekolah dulu, udah sekitar 4 -5 yahun lah ya tidak ketemu, yang menarik adalah dari hasil pembicaraan saya bersama mereka, Saya menemukan hampir semua dari mereka yang saya ajak bicara tidak bahagia dengan hidup yang mereka punya sekarang.
Bukan cuma masalah uang tapi ada banyak sekali faktor - faktor lainnya. Kalo ngomongin soal uang,Saya juga punya beberapa teman pengusaha yang setiap tahun nambah rumah baru, mobil baru, ada juga yang istri baru. Tapi tetap tidak bahagia juga.
.
Saya seorang pembelajar juga sekaligus senang mengajar. Saya belajar digital marketing dan mengajarkannya ke orang-orang karena saya enjoy melakukannya.
Saya tidak melakukannya karena merasa ada duit di sana. Kalau sudah ngerti digital marketing, nyari duit itu perkara yang tidak susah-susah amat. 6 tahun sudah berlalu, saya masih senang melakukannya dan tidak merasa sedang menjalani hidup yang sia-sia.
Dan ketika saya bertanya kepada teman-teman saya yang "bahagia", yang sisanya itu ya, saya melihat ada kesamaan pola. Jadi segala sesuatu itu pasti ada polanya, mau itu sukses, mau itu gagal, pasti ada polanya. Nah apa polanya?
.
Kita semua tau apa tujuan hidup kita. Kok bisa?
Gimana caranya untuk tahu tujuan hidup, sebenernya tidak susah
Gampang.
Mau tahu detailnya? Dengarkan selengkapnya di episode kali ini!

Hallo kembali lagi bersama saya Aaron Blenda di Markethinkz Podcast. Nah di posdcast kali ini saya akan bahas tentang metrik FB Ads. Metrik apa sih yang paling penting ketika kita beriklan di Facebook.

Nah banyak advertiser pemula yang bingung ketika mereka sudah beriklan, iklan mereka sudah jalan selama beberapa hari

Mereka di suguhi data sama Facebook, tapi mereka bingung saking banyaknya data yang bermunculan, mereka tidak tahu harus fokus ke data yang mana.

Mudah untuk beriklan tapi sejujurnya tidak mudah untuk membaca data. Untuk bisa beriklan , seorang pemula sekalipun itu mereka hanya butuh sering praktek, mereka hanya perlu mengenali dashboard Facebook itu sendiri.

Mereka hanya perlu tahu “oh fitur ini untuk create, fitur ini untuk split testing, kemudian kalo tombol ini untuk a,b,c,dan d dan sebagainya”

Tapi untuk bisa baca data, untuk bisa ambil kesimpulan, Adset mana sih yang harus pause, Adset mana sih yang harus saya jalankan terus, Adset mana sih yang worthed yang harus saya diemin dulu untuk pantau perkembangannya. Nah itu semua butuh yang namanya pengalaman.

Seiring berjalannya waktu, seiring kita sering beriklan maka kemampuan kita untuk mengambil kesimpulan, untuk mengambil keputusan, itu akan semakin bertambah.

So, Mau tau detail lengkap tentang Metriks penting dalam FB Ads? Dengarkan di episode kali ini.

Load more