Markethinkz Podcast

Personal branding itu overrated. Banyak orang berpikir bisa melejit di karir mereka dengan membangun reputasi.

Ya, memang benar reputasi bisa membantu melejitkan karir. Tapi jangan lupa juga bahwa reputasi atau brand adalah sesuatu yang di luar kontrol kita.

Banyak orang yang berusaha mencari jalan pintas untuk membangun personal brandnya mereka.

Sewa penthouse dan supercar hanya buat foto, pake photo-editing software biar terlihat cakep, bahkan ada yang sampai membeberkan ilmu katanya dengan menggunakan foto yang kontras di profile picture akan meningkatkan follow rate jadi 63%.

Hello? Situ sehat? Siapa yang peduli?

Jika Anda menganggap personal brand ada ‘CHEAT’nya, maka Anda terlalu naif.

di podcast kali ini, saya sharing sebarapa pentingnya personal branding untuk Anda, selamat mendengarkan

semoga bermanfaat

Hello guys welcome back to Markethinkz, dengan saya aaron blenda disini. Di podcast kali ini saya ingin bercerita sedikit nih, tentang kenapa  saya bilang jangan dengerin apa kata mastah

Kalau Anda mengikuti saya sejak lama, Anda pasti tau saya sampe sekarang itu masih konsisten menulis dan sharing konten podcast, youtube ataupun channel yang baru saya masukin yaitu tiktok.

saya sering dapat pertanyaan gini...

“Ron lu ga capek kerja mulu? gimana sih caranya nyemangatin diri sendiri”

Padahal faktanya saya jarang kerja, saya lebih milih produktif daripada sibuk setiap hari..

saya ini males sebenarnya, jadi hanya akan melakukan hal-hal yang saya suka

Agar tetap bisa produktif, saya cari shortcut dimana saya bisa bekerja minimal tapi hasilnya tetap maksimal

Contoh dalam hal produksi konten :

Saya akan nentuin satu hari untuk fokus nulis, bisa 10 artikel dalam sehari, kemudian saya akan record podcast untuk 1 hari

Kemudian saya bikin video 5-10 untuk jatah sebulan kedepan dan intensitasnya tergantung kebutuhan

Urusan bikin konten itu saya, urusan upload itu tim. karena saya malas untuk upload. ya saya senangnya itu nulis.

Jadi waktu saya untuk kerja itu hanya seminggu dalam sebulan

Sisanya saya delegasikan ke tim untuk upload dan pekerjaan teknis yang saya tidak senangi.

Tapi terlepas dari semua itu, kenapa saya tetap bisa bertahan di dunia bisnis internet ini sampai sekarang? hitung-hitung sudah 5 tahun berlalu

Ini karena saya menyukainya, tidak ada alasan lain. serius.

Hanya sesuatu yang Anda sukai itu yang bisa membuat Anda bangun pagi dengan semangat membara layaknya waktu kasmaran.

Saya sendiri suka nulis, ngajar, sharing apa yang sudah saya pelajari untuk bantu orang lain. saya senang sekali kalau ternyata kehidupan mereka tuh lebih baik setelahnya.

Saya punya pesan buat teman-teman yang mau sukses dan tetap produktif 

Dengarkan jawabannya di podcast terbaru saya, monggo dicatat

semoga bermanfaat dan selamat mendengarkan...

Hai dengan saya Aaron Blenda. Welcome back to Markethinkz Podcast.

Podcast yang saya dedikasikan untuk para pebisnis online di Indonesia.

Pernah suatu Ketika, saya berusaha keras untuk mencari jawaban dari pertanyaan “Apa tujuan saya hidup di dunia ini?”

Yah… Kedengarannya seperti sedang galau mencari jati diri. Ada yang menyebutnya quarter life crisis atau apapun istilahnya…

Tapi saya yakin Anda pasti pernah mengalaminya, atau mungkin sedang mengalaminya…

Akan ada satu titik dimana kita sudah doing what we love, segi finansial sudah mencukupi, tapi kita tiba-tiba demotivasi dan kehilangan arah atau tujuan…

Tau kenapa?

Setelah saya cari tau, lewat baca buku, nonton youtube, research, saya akhirnya menemukan jawabannya.

Setelah menyadari itu, saya pun jadi lebih bahagia.

Saya mengerjakan apa yang saya sukai. Ngajar, Coaching, Sharing

Saya menyadari saya punya keahlian di bidang marketing. Saya dibayar untuk itu…

Dan yang terakhir saya menyadari misi hidup saya..

Ternyata, semua itu disebut dengan ikigai.

Awalnya, saya tidak tau tentang ikigai hingga suatu Ketika saya melihat insta story temen saya (shout out to senjahari kalau Anda mendengarkan podcast saya ini), sharing tentang konsep ikigai.

So, apa itu Ikigai? And how do you find your Ikigai?

Dengarkan jawabannya di podcast terbaru dari saya, ada insight yang bisa temen-temen ambil, Monggo dicatat

Semoga bermanfaat dan Selamat mendengarkan.

Hai temen-temen, dengan saya Aaron Blenda. Selamat datang kembali di Markethinkz Podcast. Podcast yang saya dedikasikan untuk para pebisnis online di Indonesia yang sedang berjuang di luar sana.

Bagimana kabar Anda hari ini? 

Stay safe & keep healthy ya. 

Hari ini saya mau berbagi cerita dengan Anda apa itu value ladder dan apakah penting untuk sebuah bisnis? 

Jadi gini...

Saya punya teman, dia internet marketer yang sudah lama melakukan pemasaran online. Jualannya pinter, tapi struggling dalam mengakuisisi leads.

Dia meminta saran dari saya, gimana cara mengakuisisi lebih banyak leads agar customer servicenya bisa closing lebih banyak.

Saya bertanya, “bagaimana cara kamu narik leads untuk saat ini?” Dia bilang, dia pakai Facebook dan Google ads sebagai sumber traffic utamanya.

Saya bertanya lagi, “Memangnya berapa cost per acquisition kamu?”

"Cost per acquisition adalah biaya yang dibutuhkan untuk mengakuisisi satu customer"

Menurut saya biaya CPA-nya tidak bermasalah. Sebenarnya dia cukup berhasil dalam proses mengakuisisi leads. Kemudian Saya bilang ke dia, “Kalau saya jadi kamu, saya tidak akan mengubah strategi akuisisi leads saya.”

Dia kaget, dan bertanya “Kok gitu? Padahal ini kan leadsnya jelas-jelas mahal. Saya lihat ROI-nya tidak begitu bagus.”

Kemudian saya menggambar tangga di iPad saya, dan dia bertanya "gambar apa itu"?

“Ini adalah value ladder. terjemahan sundanya tangga nilai. Kamu bisa pakai ini untuk memetakan bagaimana kamu berencana untuk melayani customer kamu di level yang lebih tinggi.”

Mempertahankan customer jauh lebih murah daripada mengakuisisi customer baru. Jangan salah, mengakuisisi customer memang tetap harus menjadi prioritas. 

Maka dari itu Anda harus meluangkan waktu untuk membuat value ladder bisnis Anda.

Lalu bagaimana saya menerapkan value ladder ini di bisnis saya? 

Anda bisa tau jawaban lengkapnya di podcast terbaru saya, saya kupas tuntas bagaimana value ladder ini sangat penting untuk sebuah bisnis.

catat point pentingnya dan selamat mendengarkan...

Hai temen-temen, dengan saya Aaron Blenda. Selamat datang kembali di Markethinkz Podcast. Podcast yang saya dedikasikan untuk para pebisnis online di Indonesia yang sedang berjuang di luar sana.

Sekarang Ini adalah masa sulit untuk kita semua, namun di masa seperti ini menurut saya adalah masa yang tepat untuk upgrade kapasitas diri agar ketika kondisi sudah pulih nantinya maka kita semua sudah jauh lebih siap mengeksekusi setiap peluang baru di depan mata.

Karena kata orang, kesuksesan itu adalah persiapan ketemu dengan kesempatan.

Percuma jika di depan mata kita ada kesempatan emas tapi kitanya tidak siap.

Anda harus tau kalau Anda masih dibayar dengan upah minimum saat ini, berarti Anda itu bisa dengan mudah tergantikan oleh siapapun juga.

Why? Karena entry barrier-nya mudah.

Kemudian timbul pertanyaan harus bagaimana, supaya tidak mudah tergantikan?

Ya skill di naikin!

Di podcast kali ini, saya mau sharing kenapa menurut saya seseorang itu bisa dengan mudahnya dipecat di perusahaan tempat ia bekerja. Catat kalau Anda punya insight baru setelah dengar podcast ini

Semoga Bermanfaat dan selamat mendengarkan...

Hai temen-temen, welcome back! Kembali bersama saya Aaron Blenda di Markethinkz Podcast. Podcast yang saya dedikasikan untuk para pebisnis di Indonesia yang ingin mengembangkan bisnisnya secara online.

Apa kabar? Saya berharap Anda semua baik-baik saja di masa pandemic seperti ini. Lakukan apapun yang bisa kita lakukan untuk membantu sesama, membantu pemerintah, membantu para tenaga medis sesuai porsi masing-masing.

Jika bisa donasi, mari donasi. Jika tidak bisa, maka mari bantu lewat doa, dukungan, dan gencarkan campaign #dirumahaja.

Oke, hari ini saya ingin mengungkapkan keresahan saya selama ini melihat fenomena yang terjadi di jaman sekarang terutama untuk adik-adik milenial sekalian di sosmed. 

Topik hari ini sesuai judul podcast, kenapa sosmed menurut saya itu toxic? Dan jika memang toxic, gimana cara mendetoxnya?

Saya pernah membaca sebuah kisah seorang ibu 3 orang anak yang juga seorang mommy blogger dengan 52ribu followers di Instagram mengeluh jika foto dari anak laki-lakinya di Instagram selalu likesnya lebih sedikit daripada foto anak-anak perempuannya.

Dan pada ulang tahun anaknya yang ke-6, ia pun melakukan seperti yang dilakukan kebanyakan orang tua di luar sana -- menuliskan caption panjang untuk ngucapin selamat ulang tahun buat anaknya. Tapi dia juga menggunakan kesempatan itu untuk mengungkit soal foto anak laki-lakinya ini yang tidak mendapatkan likes dan comments sebanyak foto anak-anaknya yang lain dan itu membuatnya kecewa.

“Dia tidak populer. Ini pasti gara-gara saya. Dia (anaknya) seharusnya banyak yang suka meski matanya sipit” tulisnya

Postingan influencer ini menjadi viral dengan ratusan comment negatif yang menhujatnya karena ia menilai anaknya menarik apa tidak dari jumlah likes. Walaupun kemudian dia menghapus postingan tersebut, kejadian itu menunjukkan kepada kita bagaimana sosmed dijaman sekarang sudah berubah fungsi utamanya, yaitu : untuk berinteraksi dengan teman dan keluarga.

Jaman sekarang, fenomena seperti ini banyak terjadi. Mama-mama muda memposting foto keluarga mereka bukan lagi cuma untuk sekedar berbagi, melainkan demi uang. Industri influencer marketing ini memang baru trending belakangan ini dan diprediksi oleh Mediakix (influencer marketing agency yang berbasis di US)  akan tembus menjadi industri senilai 160M di tahun ini.

Lihat, bagaimana sosmed bisa mempengaruhi hidup Anda, tapi kalau menurut Anda sosmed yang digunakan dirasa sudah mengusik hidup Anda, Anda bisa melakukan detox dan pahami ciri-cirinya terlebih dulu. 

Bagaimana caranya? Anda bisa mendapatkan jawabannya di podcast episode terbaru saya. So, selamat mendengarkan…

Hello pendengar setia Markethinkz podcast, podcast yang saya dedikasikan untuk Anda para online marketer dan business owner agar omsetnya tumbuh minimal 10x lipat. Dengan saya aaron blenda di sini, di episode kali ini saya ingin sedikit memotivasi tapi juga memberikan solusi untuk Anda yang selama ini struggling karena merasa membangun bisnis online itu susah.

Anda mungkin sering menemukan banyak artikel, podcast, video di luar sana yang membahas tentang, “Cara Mendapatkan $1000 Hanya dengan Kerja dari Rumah” atau, “Kaya Raya dengan 1 Trik Simpel Ini” and so on…

Tapi mereka lupa bahwa ada yang lebih penting dari itu, yaitu: Daripada Anda fokus menghasilkan ribuan dollar atau miliaran rupiah, Anda seharusnya fokus dulu untuk eksyen. Mulai dulu. Jangan kebanyakan mikir. Ingat bahwa ribuan mil perjalanan dimulai dari satu langkah pasti.

“Kalau Anda bisa menemukan cara untuk mendapatkan 10 juta per bulan, maka Anda biasanya akan menemukan cara untuk mendapatkan 100 juta per bulan.”

Dan pastinya, yang lebih penting dari mendapatkan 10 juta adalah mendapatkan 100ribu pertama Anda dulu dari online.

Membangun bisnis adalah tentang bagaimana Anda mengumpulkan kepingan demi kepingan puzzle kemudian menyusunnya menjadi satu. Ketika Anda berhasil meletakkan kepingan pertama Anda di atas papan puzzle, maka sesuai kata bapak proklamasi kita, semuanya akan diatur dalam tempo sesingkat-singkatnya. 

Bayangkan kalau dulu Soekarno-hatta ketika ingin memproklamasikan kemerdekaan masih mikir negara ini ngurusnya gimana, undang-undangnya seperti apa, siapa pengurus ini itu, bisa-bisa kita tidak jadi merdeka. Jadi tadi itu sebagai pengingat. Mulailah dulu. Jangan over-thinking. 

“Bagaimana kalau ternyata tidak laku?”
“Bagaimana kalau peraturan dari pemerintah berubah lagi tahun depan?”
“Bagaimana kalau ada yang bermain di niche yang sama?”
“Bagaimana kalau tidak ada karyawan yang mau bekerja di rumah saya hanya karena saya baru saja merintis dan terkesan tidak bonafid?”
“Bagaimana… bagaimana… dan bagaimana…”

MULAI DULU POKOKNYA! BODO AMAT! 

Percayalah… Sering kali sesuatu yang kita takutkan itu belum tentu akan kejadian.

Lantas, gimana caranya mendapatkan uang dari Internet dengan ‘mudah’?

Ada 2 tips yang akan saya bagikan di episode terbaru ini, catat point penting dan di praktekin. Selamat mendengarkan...

Hellooo pendengar podcast Markethinkz yang setia. Welcome back to Markethinkz podcast, it’s me Aaron blenda again! Episode kali ini disponsori oleh buku Jago Jualan di Instagram versi terbaru 2.0 yang mengikuti algoritma terbaru Instagram. Saya menyarankan Anda lakukan pemesanan sekarang juga karena harga early bird akan segera berakhir. Dapatkan juga potongan diskon 10% khusus pendengar setia podcast Markethinkz dengan kode kupon MARKETHINKZ. Link untuk purchase bisa kunjungi www.bukujjdi.com.

Di episode kali ini saya akan bahas gimana sih cara membangun audiens yang kuat di instagram. Bukan cuma banyak, tapi juga strong. Loyal. Militan. Dengan begitu, ketika Anda mempromosikan sesuatu, mereka beli.

Sebelum saya share bagaimana caranya menaikkan followers tanpa ngiklan, saya ingin menjawab salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan ke saya yaitu : bagusnya saya jualan dulu apa naikin followers dulu?

Jawabannya sederhana : jualan dulu. Datengin income dulu agar cashflow lancar.

Banyak pemula yang berpikir mereka harus punya followers banyak dulu di Instagram mereka baru mereka bisa mulai jualan. Itu salah besar. Jualan bisa dimulai kapan saja, bahkan dengan followers 0 sekalipun. Apalagi jika Anda menggunakan metode berbayar misalkan ngiklan. Anda bisa langsung ngiklan meskipun followers 0 dan tetap ada yang beli.

Saya buktikan sendiri di salah satu bisnis ecommerce saya, dimana akun Instagram saya dari 0 followers ngiklan sampai 500 followers, feed di Instagram masih belum diisi postingan sama sekali dan tetap ada yang beli. Meskipun ada beberapa yang nanya, loh kok instagramnya kosong? Dan memang akan lebih baik jika Anda bisa mengisi feed di Instagram Anda terlebih dulu sebelum beriklan atau mendatangkan pengunjung agar terkesan bonafid dan menunjukkan bisnis Anda ini legit, bukan penipuan.

Inti yang ingin saya sampaikan adalah jangan menunggu perfect untuk memulai bisnis Anda. Jangan sampai duit terkuras hanya karena keasikan ngisi konten di Instagram, memperbagus tampilan tapi tidak ada duit masuk karena tidak jualan. Selalu nunggu the right moment. Padahal the right moment is now.

Nah, sekarang kita masuk ke inti pembahasan. Gimana caranya naikkin followers tanpa ngiklan? Ada beberapa step yang wajib Anda lakukan. By the way, step-step yang akan saya bagikan di podcast ini sudah terbukti. 

So, dengarkan sampe habis ya...

 

Hellooo pendengar podcast Markethinkz yang setia. Welcome back to Markethinkz podcast, it’s me Aaron blenda again! I’m missing you so much guys. Belakangan ini vakum nge-podcast karena agenda yang lumayan padat, dan di kesempatan kali ini saya menyempatkan waktu untuk upload lagi. 

Nah episode kali ini agak spesial, karena disponsori oleh buku Jago jualan di Instagram versi terbaru 2.0 yang baru saja launching. Berbeda dengan versi yang lama, versi terbaru ini sudah diupdate dengan strategi terbaru bagaimana cara meningkatkan followers di Instagram dan mendatangkan kunjungan berkali-kali lipat ke akun Instagram kita mengikuti algoritma Instagram terbaru tentunya.

Anda bisa dapatkan bukunya di www.bukujjdi.com. Gunakan kupon MARKETHINKZ untuk mendapatkan potongan tambahan 10%.

Topik podcast kita kali ini adalah Bisakah Instagram menjadi sumber penghasilan utama?

Instagram itu bisa dibilang merupakan salah satu platform yang mendisrupsi dunia ecommerce terutama para penyedia layanan plaftorm jualan untuk pelaku ecommerce. Gimana tidak? Instagram awalnya diperuntukkan untuk sharing foto, tapi digunakan orang Indonesia untuk jualan. Memang orang Indonesia itu kreatif-kreatif semua ya. Apa saja bisa dijadikan duit.

Nah dari situ, orang-orang menjadi terbiasa jual beli lewat Instagram. Bahkan Instagram sudah melaunching fitur untuk checkout langsung di Instagram itu sendiri tanpa melalui platform ecommerce lagi.

Nah, di podcast kali ini saya akan membahas lebih deep tentang taktik dan strategi yang bisa digunakan untuk mendapatkan penghasilan dari Instagram.

So, dengarkan podcast episode terbaru dari saya maka Anda akan mendapatkan formulanya. Enjoy...

 

Hai guys! Welcome back to Markethinkz podcast, it’s me again Aaron Blenda. 
.
Dari dulu saya sering menemukan pertanyaan seperti ini :

Saya punya bisnis XYZ. Apakah saya harus bangun personal branding?

Atau saya harus fokus ke corporate branding saja?
.
Memang ide dari personal branding ini tidak lazim untuk kebanyakan orang. Tapi Anda harus tau, sekarang itu jaman informasi.
.
Jaman dimana Anda bisa jadi terkenal hanya dalam hitungan hari bahkan hitungan jam. Dan gratis.
.
Lantas, Apa artinya jika Anda menjadi terkenal? Anda akan mendapatkan jangkauan besar, publisitas gratis, dan secara tidak langsung bisnis Anda juga akan ikut terdampak.
.
Jadi, haruskah Anda melakukan personal branding? Ikuti saya sampai akhir, dan Anda akan mendapatkan jawabannya.
.
Sebelum kita membahas perlu tidaknya personal branding, kita harus paham terlebih dulu apa itu personal branding.

Saya suka dengan cara Pandji menjelaskan tentang personal branding. Simpel, yaitu kegiatan Anda mengatakan kepada dunia siapa diri Anda. Lewat apa? Lewat karya. Lewat produk. Lewat jasa. Saya encourage Anda untuk melakukan itu.
.
Bagaimana dengan mereka yang koar-koar di sosmed tapi isinya kosong? Apakah itu personal branding juga? Iya.
.
Kembali lagi, personal branding adalah kegiatan mengatakan kepada dunia siapa diri Anda. 
.
Terus, apa itu corporate branding? Bedanya dengan personal branding itu apa?
.
Branding itu banyak definisinya. kenapa harus branding? pentingkah sebuah branding? 
.
temukan detailnya dengan dengarkan podcast ini selengkapnya. 

Load more

Play this podcast on Podbean App